CROWDE SAHABAT PETANI! AH MASA?

Stanley Saragi – Meski namanya “berbau” crowdfunding, Crowde adalah bisnis yang berjalan pada sistem Peer-To-Peer (P2P) Lending. Dua platform ini, crowdfunding dan p2p lending, terlihat mirip tapi berbeda dalam sumber dana yang dikelola, juga manajemen risikonya.

Sebelum membahas Crowde, kita jabarkan dulu perbedaan P2P Lending dan Crowdfunding;

Peer-To-Peer (P2P) Lending mempertemukan pemilik dana (kreditur / lender) dengan peminjam (debitur / borrower, dalam kasus Crowde adalah petani). Peminjam DIKENAKAN bunga sekitar 4 – 20% / tahun. Pemilik dana MENDAPAT bunga 10 – 35% / tahun. Fluktuasi (naik / turun) bunga tergantung tingkat risiko dari proyek yang ditentukan.

Crowdfunding mencari pihak yang bersedia mendonasikan uangnya sebagai AMAL. Sebenarnya ini bentuk modern dari usaha penggalangan dana tradisional. Di Amerika dan Eropa, semakin banyak orang yang ingin bersedekah demi kebaikan. Crowdfunding sedang trending disana.

crowde penipu
Credit: PETANITAMVAN

Di Indonesia, crowdfunding yang paling banyak dikenal mungkin KitaBisa. Mereka mencari donatur untuk membantu biaya pengobatan orang-orang tak mampu. Kadang untuk membantu korban bencana alam. Tergantung proyeknya apa.

Jadi, P2P Lending adalah utang, pendana bertindak sebagai investor. Crowdfunding adalah donasi, pendana murni donatur.

Perbedaan P2P Lending dengan Crowdfunding

Adapun persamaan;

Keduanya merupakan produk fintech (financial technology), lembaga pendanaan digital non-bank.

Crowdfunding dan P2P Lending, dari awal sampai akhir, bisa dilakukan via internet, tanpa perlu face to face.

Itu tagline mereka. Sebuah tujuan mulia yang akan sangat berdampak secara sosial bila terwujud secara masif.

CARA KERJA CROWDE

Cukup simpel;

  • Crowde menyeleksi petani-petani tertentu yang dirasa potensial.
  • Petani ini sedang mengerjakan proyek pertanian dan membutuhkan modal.
  • Crowde mempresentasikannya di web resmi mereka dengan tajuk Proyek Pendanaan agar bisa diakses publik, khususnya calon investor.
  • Proyek Pendanaan terbagi dua; Bagi Hasil dan Pinjaman.
  • Konsep “Pinjaman” mengacu pada rumus perbankan. Meminjam = berbunga (Return). Risikonya pinalti (bunga berbunga) apabila terlambat membayar.
  • “Bagi Hasil”; membagi risiko dan hasil dengan proporsi yang disepakati secara syariah.
  • Jika kalian investor, bisa menginves satu, beberapa, atau semua proyek tersebut.
  • Jika kalian petani, silakan ajukan proposal tentang proyek yang sedang/akan dijalankan untuk dipelajari, dan dicarikan kemungkinan pembiayaan.

CORE BISNIS

Bila diperhatikan proyek-proyek pendanaan yang ditawarkan hampir seluruhnya berada dihilir aktifitas supply-chain pertanian seperti jual beli buah dan sayuran dan proses pengiriman.

Budidaya ada, namun terbatas tanaman berumur pendek dengan tingkat kegagalan kecil, sebutlah cabe.

Bisa dimaklumi, bisnis pertanian sangat riskan selama berhubungan dengan mahluk hidup dan alam. Segalanya tak bisa diprediksi. Itulah sebabnya bank-bank komersil dan perusahaan asuransi tidak pernah tertarik pada dunia pertanian.

Agar iklim investasi tetap hangat, dipilihlah cabe. Sudah betul. Ini relatif aman untuk semua stakeholder yang terlibat, Crowde – petani – investor.

AMANKAH BERINVESTASI DI CROWDE?

Mengingat aktifitas Crowde diawasi langsung oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), aman adalah kata yang bisa dipegang. Crowde legal. Ketika terjadi apa-apa dikemudian hari, lapor saja OJK!

Sebenarnya keamanan utama dimulai dari kita, kunci utama berinvestasi adalah “Jangan kasih semua uangmu!”

Tak guna serakah. Mulailah dari jumlah kecil sampai ke sedang, sebab investasi bukanlah pekerjaan. Fokus saja pada pekerjaan utama kalian.

CROWDE PENIPU?

Kami yakin, startup (perusahaan rintisan) model begini tak pernah berniat menipu. Cita-cita semua bisnis startup adalah menjadi besar dan viral. Betapa bødøhnya dia merusak nama dan melukai perjuangan sendiri gegara uang seiprit.

Tahukah kalian, menjadi penyanyi dangdut adalah cita-cita Cita Citata sedari kecil yang sudah lama Cita Citata cita-citakan?

Nah, gitu! Masa impian yang sudah lama dirintis, harus dikhianati?

Kalau kurang profesional, mungkin iya. Itu dimulai dari website Crowde yang datanya miskin, misalnya proyek-proyek yang telah sukses, tak ada.

Masyarakat kan ingin tahu!

Banyak link mati, sebanyak kata-kata yang inkonsisten seperti – Proyek Pendanaan dan Proyek Permodalan – apakah itu hal yang sama? Kemungkinan sama, tapi webmaster belum mengganti. Tak urung, ini berpotensi membingungkan!

Aku coba melacak testimoni dari para mantan investor, sila dibaca disini, disini, dan disini.

Seperti dugaanku, masalahnya bukan penipuan. Komunikasi jelek, lack of professionality. Crowde harus mulai memikirkan untuk membuang karyawan-karyawan pemalas dan tak berguna.

Soalan risiko, misal budidaya cabe gagal, seharusnya dipahami investor sejak semula. Bagaimana mungkin kita sanggup mendikte alam?

BERMANFAATKAH CROWDE UNTUK PETANI?

Oh, banget! Dengan mekanisme win-win solution begini, petani akan bekerja pada target, lebih memiliki motivasi, dan bebas dari cengkeraman tengkulak.

Inilah bagian dari agribisnis (agrobisnis) yang terus kami suarakan.

Idealnya, kalian menjadi petani sekaligus menjadi “Crowde” bagi diri sendiri. Belajarlah, sembari berjalan.

TIPS JITU BERINVESTASI DI P2P LENDING

Crowde bukanlah P2P Lending satu-satunya, bahkan bukan pula yang memiliki reputasi paling bersih. Untuk pertanian, masih ada nama-nama legal di OJK seperti TaniHub, iGrow,  TaniFund, iTernak, dan lainnya.

Buka Google, ketikkan “testimoni igrow”, atau “testimoni tanihub”, pokoknya begitu, sesuai namanya. Nanti kalian bisa mendapat banyak bahan pertimbangan.

Berikut tips dan trik berinvestasi aman lagi menguntungkan di P2P Lending;

TRACK RECORD

Pilih startup yang telah berjalan minimal 3 tahun. Ini waktu yang cukup untuk menguji apakah mereka berhasil menutupi kelemahan operasional dan mempercanggih divisi IT-nya. Dua hal ini adalah kelemahan semua startup, terlebih pemula.

Segalanya terangkum dalam testimoni yang berserakan didunia maya. Selidiki!

LEGAL

Berinvestasilah dengan P2P Lending yang terdaftar di OJK!

JENIS DAN JANGKA WAKTU PINJAMAN

Investasi setelah komitmen tak bisa dibatalkan. Kalian harus menunggu jatuh tempo, kecuali investasi bisa dijual dipasar sekunder. Uang kalian tidak likuid sepanjang jangka waktu itu. Carilah startup yang menawarkan diamortisasi dimana bagian modal dan bunga dibayarkan tiap bulan.

Pinjaman ada tiga jenis; Pinjaman Konsumen, Pinjaman Dengan Jaminan Properti, dan Pinjaman UKM. Pahami bedanya untuk bisa mengatur strategi diversifikasi, yakni menginves pada banyak pinjaman dari beberapa startup/platform berbeda.

DIVERSIFIKASI

Sebarlah pinjaman kecil pada banyak platform. Itu jauh lebih baik dibanding meletakkan uang besar pada satu pinjaman saja.

Cara ini mengurangi kemungkinan grafik portofolio kalian menjadi outlier (nilai ekstrim, bisa sangat tinggi dan bisa sangat rendah) terhadap rata-rata hasil portofolio sang startup.

KESIMPULAN

Untuk Investor: Crowde masih legit, kalian tetap bisa berinvestasi disana. Bahwa ada testimoni sumbang itu lumrah, dan jumlahnya kalah jauh dibanding mereka yang menikmati happy ending.

Ingat, tidak semua proyek bisa berjalan sesuai rencana karena berhubungan dengan mahluk hidup dan alam.

Untuk Petani: Jika tengkulak dan permodalan adalah masalah utamamu, bergabung dengan Crowde bisa menjadi solusi brilian!

REFERENSI

PetaniTamvan, Crowde.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *